Zelensky Singkirkan Otak Operasi Rahasia Ukraina

Ia merusak jantung militer Rusia, bikin Moskow rugi Rp110 triliun, dan dielu-elukan sebagai pahlawan nasional. Tapi hari ini, Vasyl Malyuk dipaksa turun. Perang belum selesai, konflik elite justru memanas.

Muhamad Rizki Sunarya

1/6/20261 min read

a soldier in uniform sitting at a table
a soldier in uniform sitting at a table

Sumber foto: TheGuardian

funij.com — Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky resmi memaksa Vasyl Malyuk mundur dari jabatan Kepala Security Service of Ukraine (SBU). Keputusan ini mengejutkan, mengingat Malyuk adalah arsitek operasi paling berani Ukraina di balik garis musuh Rusia.

Malyuk, penerima gelar Hero of Ukraine, sempat melawan dan berusaha mempertahankan posisinya. Namun, pada pertemuan Senin lalu dengan Zelensky, ia akhirnya menyerah. Pengunduran diri diumumkan langsung lewat kanal Telegram resmi SBU—platform favorit publik Ukraina untuk isu perang real-time.

Meski lengser, Malyuk tidak benar-benar keluar dari arena. Ia tetap berada di SBU dan akan memimpin operasi khusus asimetris—model perang non-konvensional yang jadi mimpi buruk Rusia.

“Saya meninggalkan jabatan, tapi tidak meninggalkan medan. Tugas saya tetap sama: menghancurkan musuh semaksimal mungkin,” tulis Malyuk.

Zelensky mengonfirmasi pergeseran ini. Ia menilai kekuatan utama Malyuk bukan di birokrasi, tapi di medan gelap perang intelijen. Fokusnya kini: sabotase, operasi drone, dan eliminasi target bernilai tinggi.

Nama Malyuk melejit setelah Operasi Spiderweb—serangan kawanan drone dari truk sipil yang menghantam pangkalan pembom strategis Rusia, menyebabkan kerugian diperkirakan US$7 miliar. SBU di bawah komandonya juga dikaitkan dengan sejumlah pembunuhan perwira tinggi militer Rusia.

Konflik internal:
Keputusan ini memicu kegaduhan internal. Komandan unit drone Ukraina dan sejumlah pejabat keamanan terang-terangan meminta Malyuk dipertahankan. Mereka menilai pencopotannya justru melemahkan efektivitas intelijen Ukraina.

Spekulasi liar pun bermunculan. Media Ukrainska Pravda menyebut pemecatan ini sarat balas dendam politik, dikaitkan dengan lingkaran kekuasaan Istana Presiden. Ada pula dugaan Zelensky tengah “bersih-bersih” menjelang pemilu presiden, menyingkirkan figur populer yang berpotensi jadi rival.

Preseden sudah ada. Jenderal Valerii Zaluzhnyi, mantan Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina dan kandidat kuat penantang Zelensky, juga dicopot pada 2024 dan “diparkir” sebagai duta besar di Inggris.
Untuk publik Ukraina—dan dunia—ini bukan sekadar rotasi jabatan. Ini sinyal bahwa perang Rusia-Ukraina kini bukan cuma soal medan tempur, tapi juga pertarungan kekuasaan di dalam negeri. Malyuk turun dari kursi, tapi belum turun dari perang. Dan justru di situlah risikonya: operasi gelap bisa makin brutal, tanpa sorotan publik.

Kata kunci populer: Ukraina, Zelensky, Rusia, perang Ukraina-Rusia, drone Ukraina, intelijen, konflik elite, keamanan nasional.

Berita Terkait