Trump Klaim Represi Iran Berhenti, Opsi Militer AS Masuk Mode “Wait and See”

Ketegangan AS–Iran mendadak turun satu level. Donald Trump mengklaim mendapat jaminan “dari sumber sangat penting” bahwa pembunuhan demonstran di Iran telah dihentikan—sebuah pernyataan yang langsung mengguncang pasar energi global dan mengubah kalkulasi geopolitik kawasan.

Muhamad Rizki Sunarya

1/15/20262 min read

a large group of people standing in front of a building
a large group of people standing in front of a building

Sumber foto: Time Magazine

funij.com — Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu malam menyatakan telah menerima jaminan bahwa aparat Iran menghentikan penggunaan kekuatan mematikan terhadap demonstran. Ia menegaskan Washington akan memantau perkembangan sebelum mengambil langkah lanjutan, termasuk opsi militer yang sebelumnya sempat mengemuka.

Dalam pernyataan mendadak di Gedung Putih, Trump mengklaim memperoleh konfirmasi dari “sumber-sumber sangat penting di pihak seberang” bahwa pembunuhan telah berhenti dan rencana eksekusi dibatalkan. Namun, ia mengakui klaim tersebut belum diverifikasi secara independen oleh AS.

“Mereka bilang pembunuhan sudah berhenti dan eksekusi tidak akan terjadi—seharusnya hari ini ada banyak eksekusi, dan itu tidak akan berlangsung. Kita akan lihat dan pastikan,” ujar Trump.

Ketika ditanya apakah opsi militer AS kini dicoret, Trump merespons singkat: “We’re going to watch it and see.” Sinyal jelas: de-eskalasi bersyarat, bukan cek kosong.

Pernyataan ini kontras dengan retorika keras Trump dalam beberapa hari terakhir, ketika ia berulang kali menyatakan kesiapan “membantu rakyat Iran” menyusul penindakan brutal terhadap protes. Kelompok Iran Human Rights yang berbasis di Norwegia mencatat sedikitnya 3.428 orang tewas dan lebih dari 10.000 ditangkap.

Isyarat Redam dari Teheran
Kamis pagi, media pemerintah Iran melaporkan Erfan Soltani—yang disebut menghadapi eksekusi segera—tidak dijatuhi hukuman mati, menurut Reuters. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga menurunkan tensi dalam wawancara dengan Fox News, menegaskan tidak ada rencana eksekusi balasan. “Gantung mati di luar pertanyaan,” katanya.

Langkah ini mengikuti rangkaian sinyal yang sempat memicu kekhawatiran eskalasi cepat. Iran menutup wilayah udaranya tanpa penjelasan sebelum membukanya kembali beberapa jam kemudian. Maskapai, termasuk Lufthansa, menghindari ruang udara Iran dan Irak “hingga pemberitahuan lebih lanjut”.

Di sisi lain, langkah mitigasi risiko terlihat jelas: personel di pangkalan militer AS di Qatar disarankan evakuasi; Kedutaan Besar AS di Kuwait membatasi pergerakan ke instalasi militer; dan Kedubes AS di Arab Saudi mengimbau kewaspadaan ekstra. Seorang pejabat senior Iran menyebut Teheran telah memperingatkan negara-negara tuan rumah pangkalan AS—termasuk Arab Saudi dan Turki—bahwa pangkalan tersebut akan menjadi target jika AS menyerang.

Diplomasi vs. Perang
Araghchi menekankan jalur negosiasi. “Antara perang dan diplomasi, diplomasi adalah pilihan yang lebih baik—meski pengalaman kami dengan AS tidak positif,” ujarnya. Inggris sementara menutup kedutaannya di Teheran, sementara Spanyol, Polandia, dan Italia meminta warganya meninggalkan Iran.

Di Dewan Keamanan PBB, pertemuan darurat dijadwalkan membahas situasi Iran. Para menteri luar negeri G7 menyatakan kesiapan menjatuhkan sanksi tambahan atas “penggunaan kekerasan secara sengaja, pembunuhan demonstran, penahanan sewenang-wenang, dan intimidasi”.

Pasar Merespons Cepat
Komentar Trump langsung menekan harga minyak turun sekitar 3%, meredakan kekhawatiran gangguan pasokan global. Emas dan perak ikut melemah—indikasi pasar mengkalibrasi ulang risiko geopolitik.

Dalam wawancara terpisah dengan Reuters, Trump juga meragukan kemampuan tokoh oposisi di pengasingan Reza Pahlavi mengonsolidasikan dukungan di dalam negeri. “Dia tampak baik, tapi saya tidak tahu bagaimana penerimaannya di negaranya sendiri,” kata Trump.
Narasi resmi bergeser dari brinkmanship ke risk management. Klaim penghentian represi membuka ruang diplomasi, namun verifikasi menjadi kunci. Untuk saat ini, Washington menahan pelatuk, Teheran menurunkan nada—dan pasar bernapas lega.

Berita Terkait