Newcastle 0-2 Man City

Manchester City menang, Antoine Semenyo bersinar, tapi VAR kembali jadi headline. Bukan karena akurasi—melainkan karena keputusan yang bikin semua pihak geleng kepala.

Muhamad Rizki Sunarya

1/14/20262 min read

Sumber foto: Tribunnews

Antoine Semenyo kembali mencatatkan namanya di papan skor saat Manchester City mengambil alih kendali semifinal Carabao Cup melawan juara bertahan Newcastle United. Namun, performa klinis winger anyar City itu ternodai satu keputusan kontroversial VAR yang menganulir gol keduanya.

Gol pembuka Semenyo lahir dari rangkaian permainan elite. Jeremy Doku dan Bernardo Silva menyuplai bola dengan presisi tinggi, sebelum Semenyo menuntaskannya tanpa kompromi. City langsung menaikkan tempo dan sempat menggandakan keunggulan lewat situasi sepak pojok—lagi-lagi Semenyo berada di posisi tepat dan menyelesaikan peluang dengan dingin.

Masalahnya datang setelah itu. Wasit Chris Kavanagh dipanggil ke monitor pinggir lapangan untuk meninjau keputusan subjective offside yang melibatkan Erling Haaland. Secara posisi, Haaland memang sedikit melewati garis bek terakhir. Namun inti perdebatan bukan sekadar offside, melainkan soal apakah ia mengganggu permainan saat berduel fisik dengan Malick Thiaw di area gawang.

VAR menilai Haaland melakukan impeding, dan setelah review panjang, Kavanagh mengesahkan pembatalan gol. Keputusan ini langsung memicu reaksi keras.

Mantan pelatih Park menyebut keputusan tersebut “tidak masuk akal”.

“Saya benar-benar heran. Thiaw tidak mungkin bereaksi ke situasi itu. Ini murni spekulasi wasit. Newcastle lolos dari hukuman,” tegasnya.

Pep Guardiola pun terlihat jelas frustrasinya. Bukan hanya pada hasil akhir keputusan, tetapi juga pada durasi proses VAR yang dianggap mematikan ritme dan esensi permainan.

Di sisi lain, Newcastle sejatinya punya peluang emas untuk membalikkan keadaan. Yoane Wissa sempat memaksa James Trafford melakukan penyelamatan refleks, setelah sebelumnya membuang peluang matang di babak pertama. Bruno Guimarães bahkan menghantam mistar. Total, empat peluang bersih tuan rumah gagal dikonversi—sebuah execution failure yang mahal.

City justru tampil lebih efisien. Mereka menjadi satu-satunya tim yang mampu menahan Newcastle tanpa gol di kandang sepanjang musim ini. Keunggulan City dipertegas jelang akhir laga ketika dua pemain pengganti, Rayan Aït-Nouri dan Rayan Cherki, berkolaborasi rapi. Cherki menutup aksi dengan penyelesaian tenang melewati Nick Pope.

Leg kedua akan digelar bulan depan. Secara game state dan momentum, Manchester City berada di posisi dominan dengan competitive advantage yang signifikan.

Guardiola menutup laga dengan kritik terbuka terhadap VAR:

“Saya paham prosesnya, tapi VAR tidak diciptakan untuk situasi seperti ini. Ini anti-gol—padahal mereka berjanji tidak akan seperti itu.
Jika dilihat, Thiaw dan Haaland saling menarik. Keputusan ini mungkin benar secara teknis, tapi sepak bola tidak seharusnya menghukum gol dengan cara seperti ini.”

City menang. Semenyo tampil impactful. Tapi sekali lagi, VAR sukses mencuri spotlight.

Bola Terkait