Klopp Pasang Badan untuk Xabi Alonso: “Pelatih Top, Tapi Madrid Bukan Lingkungan yang Sehat”

Ketika Jurgen Klopp bicara, itu bukan noise. Ini sinyal strategis. Dan kali ini, targetnya jelas: Real Madrid dan cara mereka memperlakukan Xabi Alonso.

Muhamad Rizki Sunarya

1/14/20261 min read

a man in a red hoodie and a baseball cap
a man in a red hoodie and a baseball cap

Sumber foto: Bola

Jurgen Klopp tak butuh waktu lama untuk meluruskan narasi. Di tengah spekulasi panas soal masa depan kursi pelatih Real Madrid, pelatih asal Jerman itu justru memilih bersikap tegas—dan empatik—terhadap Xabi Alonso.

Berbicara kepada ServusTV di Jerman, Klopp secara terbuka menyatakan rasa simpatinya setelah Alonso harus angkat kaki dari Santiago Bernabéu hanya enam bulan sejak ditunjuk.

“Secara umum, ini adalah tanda bahwa ada sesuatu yang tidak berjalan 100 persen benar,” kata Klopp. “Xabi Alonso telah membuktikan selama lebih dari dua tahun di Leverkusen bahwa dia adalah talenta kepelatihan yang luar biasa. Fakta bahwa dia harus meninggalkan Real Madrid hanya setengah tahun kemudian, itu berbicara banyak.”

Klopp menyoroti konteks besar yang kerap diabaikan: Alonso datang menggantikan sosok legendaris sekaligus super-sukses seperti Carlo Ancelotti—pelatih dengan gaya manajemen yang sangat spesifik dan sudah mengakar kuat di ruang ganti.

“Masuk setelah legenda seperti Ancelotti, lalu mencoba menerapkan aturan dan pendekatan baru, itu tantangan ekstrem. Dan kini terbukti, itu terlalu sulit,” lanjut Klopp.

Tanpa basa-basi, Klopp menegaskan posisinya. Ia benar-benar merasa Alonso menjadi korban situasi, bukan kegagalan kapasitas.

“Saya sungguh merasa kasihan padanya. Menurut saya, dia adalah pelatih hebat. Ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan saya dan tidak memicu apa pun secara personal,” tegasnya.

Klopp juga memberi perspektif lebih luas soal dinamika industri. Menurutnya, pasar pelatih saat ini sedang mengalami reshuffle besar-besaran—dan itu bukan hal negatif.

“Pasar kepelatihan sedang berubah. Dan tidak ada salahnya menyaksikan semua ini dari sudut pandang pengamat, tanpa harus memikirkan dampaknya untuk diri sendiri—karena Anda berada di tempat yang tepat,” tutup Klopp.
Ini bukan sekadar komentar simpatik. Ini adalah kritik kelas atas, berbalut diplomasi, dari seorang elite operator sepak bola. Dan pesannya clear: Xabi Alonso tetap aset premium—hanya saja, Real Madrid mungkin bukan ekosistem yang tepat saat ini.

Bola Terkait